kelompok ke 6 SPJD
JIWA, SEMANGAT DAN NILAI
(JSN) 1945
1. Sejarah
Perkembangan JSN 45
Jiwa, semangat dan nilai –
nilai (JSN) kejuangan bangsa Indonesia tidak lahir seketika tetapi merupakan
proses perkembangan sejarah dari zaman ke zaman dimana embrio nilai dari JSN
itu sudah ada dari jaman kerajaan, hanya saja belum dimunculkan dan dirumuskan.
Setelah tercapainya titik kulminasi atau titik puncak pada tahun 1945 nilai –
nilai JSN disepakati sebagai dasar, landasan, kekuatan dan daya dorong bagi
para pendiri Republik Indonesia.
Untuk memperoleh gambaran
tentang JSN 45 yang berkembang pada setiap zamannya yang dibagi dalam
periodisasi sebagai berikut :
a. Periode I
: Masa sebelum Pergerakan Nasional
Pada periode ini beberapa
agama yang tersebar seperti: agama Budha, Hindu, Islam dan Kristen yang
kemudian dianut oleh penduduk setempat dengan penuh kerukunan. Jiwa, semangat
dan nilai – nilai kejuangan sudah mulai timbul yaitu dengan kesadaran harga
diri, jiwa yang merdeka, ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kerukunan hidup
umat beragama serta kepeloporan dan keberanian.
b. Periode II
: Masa Pergerakan Nasional
Rasa harga diri bangsa yang
tidak mau dijajah menggugah semangat dan perlawanan seluruh masyarakat terhadap
penjajah untuk berusaha merebut kembali kedaulatan dan kehormatan bangsa. Sejak
itu timbulah jiwa, semangat dan nilai - nilai kejuangan, nilai harkat dan
martabat manusia, jiwa dan semangat kepahlawanan, kesadaran anti penjajah atau
penjajahan, kesadaran persatuan dan kesatuan perjuangan.
Pada akhir penjajahan Jepang
pada tanggal 1 Juni 1945, IR. Soekarno menyampaikan pokok – pokok pikirannya
tentang falsafah bangsa dan Negara yang dinamakan PANCASILA dalam sidang BPUPKI
(Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Perlu diketahui bahwa
tahap perjuangan antara Kebangkitan Nasional dan akhir masa penjajahan Jepang
merupakan persiapan kemerdekaan. Jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan
semakin menggelora.
c. Periode
III : Masa Proklamasi dan Perang Kemerdekaan
Titik
kulminasi perjuangan kemerdekaan tercapai dengan Proklamasi Kemerdekaan tanggal
17 Agustus 1945. Lahirnya Negara Republik Indonesia menimbulkan reaksi dari
pihak Belanda yang ingin menjajah Indonesia kembali. Hal tersebut menyebabkan
bangsa Indonesia kembali mengalami perjuangan yang dahsyat dalam segala bidang
baik melalui perjuangan senjata, bidang politik maupun diplomasi. Perjuangan
ini melahirkan nilai - nilai operasional yang memperkuat jiwa, semangat dan
nilai - nilai kejuangan yang telah ada sebelumnya terutama rasa harga diri
sebagai bangsa yang merdeka, semangat untuk berkorban demi tanah air, bangsa
dan negara.
d. Periode IV
: Masa Perjuangan Mengisi Kemerdekaan.
Perjuangan masa ini tidak terbatas waktu karena perjuangan bermaksud mencapai
tujuan akhir nasional seperti yang tercantum dalam UUD 1945. Dalam periode ini
jiwa, semangat dan nilai - nilai kejuangan yang berkembang sebelumnya tetap
lestari, yaitu nilai - nilai dasar yang terdapat pada Pancasila, proklamasi
kemerdekaan 17 Agustus 1945.
2. Rumusan
Jiwa, Semangat dan Nilai - nilai kejuangan 45
Rumusan Jiwa, Semangat dan Nilai - nilai Kejuangan 45 adalah
sebagai berikut :
a. Jiwa
adalah sesuatu yang menjadi sumber kehidupan dalam ruang lingkup makhluk Tuhan
yang maha esa. Jiwa bangsa adalah kekuatan batin yang terkandung dalam himpunan
nilai – nilai pandangan hidup suatu bangsa.
b. Semangat
adalah manifestasi dinamis atau ekspresi jiwa yang merupakan dorongan untuk
bekerja dan berjuang. Jiwa dan semangat suatu bangsa menentukan kualitas nilai
kehidupannya.
c. Nilai
adalah suatu penyifatan yang mengandung konsepsi yang diinginkan dan memiliki
keefektifan yang mempengaruhi tingkah laku.
d. Jiwa 45
adalah Sumber kehidupan bagi perjuangan bangsa Indonesia yang merupakan
kekuatan batin dalam merebut kemerdekaan, menegakkan kedaulatan rakyat serta
mengisi dan mempertahankannya.
e. Semangat
45 adalah Dorongan dan manifestasi dinamis dari Jiwa 45 yang membangkitkan
kemauan untuk berjuang merebut kemerdekaan bangsa, menegakkan kedaulatan rakyat
serta mengisi dan mempertahankannya.
f. Nilai 45
adalah nilai - nilai yang merupakan perwujudan jiwa dan Semangat 45 bersifat
konseptual yang menjadi keyakinan, keinginan dan tujuan bersama bangsa
Indonesia dengan segala keefektifan yang mempengaruhi tindak perbuatan Bangsa
dalam merebut kemerdekaan, menegakkan kedaulatan rakyat serta mengisi dan
mempertahankannya.
3. Nilai -
nilai Dasar dan Nilai Operasional JSN 45
a. Nilai -
nilai dasar dari JSN 45 dapat dijabarkan sebagai berikut:
1) Semua
nilai yang terdapat dalam setiap Sila dari Pancasila.
2) Semua
nilai yang terdapat dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
3) Semua
nilai yang terdapat dalam Undang - Undang Dasar 1945, baik pembukaan, batang
tubuh, maupun penjelasannya.
b. Nilai -
nilai operasional yaitu nilai - nilai yang lahir dan berkembang dalam
perjuangan bangsa Indonesia selama ini dan merupakan dasar yang kokoh dan daya
dorong mental spiritual yang kuat dalam setiap tahap perjuangan Bangsa
seterusnya untuk mencapai tujuan nasional akhir.
c. Metode
Kelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai - nilai 45
1) Metode
pelestarian jiwa, semangat dan nilai - nilai 45
a) Metode
Edukasi : Metode dimana tujuannya untuk menanamkan dasar yang kuat untuk penghayatan
dan pengamalan jiwa, semangat dan nilai - nilai 45.
b) Metode
Keteladanan : Melalui metode ini kita bias memberikan keteladanan kepada orang
lain dalam menghayati dan mengamalkan jiwa, semangat dan nilai - nilai 45.
c) Metode
Informasi dan Komunikasi : Metode informasi merupakan salah satu bentuk
komunikasi yang sifatnya searah. Tujuannya tidak hanya terbatas memberikan
penjelasan saja, tetapi dapat memberi ajakan, dorongan dan motivasi kepada
orang lain.
d) Metode
Sosialisasi : Metode ini merupakan upaya untuk menyampaikan pesan yang
terkandung dalam jiwa, semangat dan nilai - nilai 45 dalam ruang lingkup
masyarakat.
2) Pola
penerapan metode jiwa, semangat dan nilai - nilai 45.
a) Pendekatan
Edukasi
Jalur
keluarga : Orang tua berkewajiban mendidik anak – anaknya supaya tanggap dan
peka terhadap keadaan dan perkembangan lingkungan, pertumbuhan anak - anaknya,
penyebarluasan JSN 45.
Jalur
masyarakat : Sejalan dengan pendidikan formal melalui jalur sekolah hendaknya
pendidikan diluar sekolah juga dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya.
Jalur
Sekolah : Pendekatan edukasi melalui jalur pendidikan formal (sekolah) yang
terikat pada ruang, waktu, mata pelajaran (kurikulum) dan jenjang
persekolahan bertujuan untuk menanamkan JSN 45 melalui proses belajar mengajar.
b) Pendekatan
Keteladanan
Jalur
Keluarga : Pendekatan ini menyangkut sikap, tingkah laku, serta penghayatan dan
pengamalannya.
Jalur
Sekolah : Merupakan forum pendidikan formal yang memegang peran utama dalam
usaha melestarikan JSN 45 terutama dalam upaya guru sebagai pendidik dan tokoh
panutan yang sangat berperan menciptakan kondisi yang memungkinkan para anak
didik akan dapat menghayati dan mengamalkan JSN 45.
Jalur
Masyarakat : Melalui jalur masyarakat peranan dan keteladanan tokoh - tokoh
masyarakat, para pemimpin informal yang berada ditengah - tengah lingkungan
masyarakat sangat membantu dan menentukan untuk penghayatan dan pengamalan JSN
45.
c) Pendekatan
Informasi dan Komunikasi.
Jalur
Keluarga : Iklim yang sejuk dalam keluarga akan membantu dalam pelaksanaan
kelestarian JSN 45.
Jalur
Sekolah : Dalam lingkungan sekolah perlu adanya iklim keterbukaan dari kedua
belah pihak yaitu pendidik dan peserta didik dan diharapkan mereka mampu
mendalami dan mengerti JSN 45.
Jalur
Masyarakat : Penyampaian pesan melalui keteladanan kepada masyarakat juga
menyangkut hubungan timbal balik antara pemimpin dan yang dipimpin.
d) Pendekatan
Sosialisasi : Tujuan pendekatan sosialisasi agar masyarakat mengerti,
menghayati dan mengamalkan JSN 45.
e) Pendekatan
jalur Agama : Pendekatan jalur agama adalah dimana pelestarian JSN 45 akan
lebih mudah dalam kehidupan beragama, demikian pula Alim ulama dan tokoh -
tokoh agama sangat menentukan kelestarian JSN 45.
Jiwa, Semanga dan Nilai –
nilai 45 atau yang disebut dengan JSN 45 dilihat sebagai nilai perjuangan
bangsa Indonesia memiliki tugas : tetap melestarikan jiwa, semangat dan nilai -
nilai 45 sebagai nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya pembangunan
watak dan kepribadian bangsa sebagai bangsa pejuang melalui pelaksanaan gerakan
nasional, juga dijadikan sebagai kesadaran kebangsaan guna mempersiapkan warga
negara terutama calon – calon pemimpin bangsa yang berkualitas dan menciptakan
pemimpin sesuai cita - cita kebangsaan yang mampu mengemban citra Proklamasi
1945 dan menjadi perekat berbangsa dan bernegara. Salah satu contoh JSN yang
ada pada masa kini yaitu masih diadakannya lomba=lomba pada perayaan Hari
Kemerdekaan Indonesia. Hal ini dapat memupuk jiwa , semangat, serta nilai
45 pada diri anak-anak dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Komentar
Posting Komentar